Master SEO | Sigit Hermawan Pakar SEO Expert Indonesia

Sigit Hermawan Pakar SEO Expert Indonesia Master, Ahli dan Pakar SEO Terbaik di Indonesia

Tata Cara Dan Makna Tahallul Dalam Ibadah Umroh Dan Haji

Tata Cara Dan Makna Tahallul Dalam Ibadah Umroh Dan Haji - Berdasarkan keterangan dari bahasa Tahallul berarti ‘menjadi boleh’ atau ‘dihalalkan’. Dengan demikian Tahallul  merupakan diperbolehkan, halal, terbit atau melepaskan diri dari semua  larangan atau pantangan sekitar Ihram. Prakteknya ialah dengan memotong sebagian atau semua rambut di kepala atau menggunting sekurang-kurangnya tiga helai rambut, khususnya untuk wanita. 

Allah SWT berfiman: “Sesungguhnya kamu tetap memasuki Masjidil Haram (pada masa ditentukan) dalam keadaan aman (menyempurnakan ibadah kamu) dengan mencukur kepala kamu dan kalau (tidak pun) menggunting sedikit rambutnya… .” (Surah Al-Fath, ayat 27)

f:id:seoinc:20180705025525j:plain

Bergunting atau bercukur melulu sekali saja guna ibadah haji dan sekali saja untuk satu ibadah umroh. Larangan yang dikenakan sebelum tersebut yaitu saat ihram dimansuhkan dan perkara yang diharamkan dalam masa-masa tertentu sekarang sudah halal guna dilakukan. Hal ini pun berarti menyelesaikan amalan haji atau umrah untuk terbit dari larangan ihram.

Baca juga : Perbedaan Paket Umroh 

Tata Cara Dan Makna Tahallul Dalam Umroh

Pelaksanaan Tahallul untuk jamaah umroh ialah setelah jamaah umroh selesai mengerjakan Sai sesudah Thawaf. Jadi begitu berlalu Sai atau berlangsung tujuh kali dari bukit Shofa ke bukit Marwah, maka jamaah Umroh langsung mengerjakan Tahallul.

Pelaksanaan Tahallul jamaah Umroh pasti saja selalu dilaksanakan di bukit Marwah. Bagi jamaah umroh wanita, lumayan dengan mengunting atau memaotong tiga helai rambutnya. Sementara untuk jamaah laki-laki disunnahkah guna menggundulnya secara plontos. Jamaah wanita pasti saja dicukur oleh jamaah perempuan lain yang telah bertahallul, atau oleh sumainya. Haram dicukur oleh laki-laki beda yang bukan muhrimnya. Dan mesti tetap mengawal auratnya sekitar pelaksanaan tahallul tidak boleh sampai tampak oleh orang beda yang bukan muhrim. Jadi untuk jamaah umroh perempuan saat mengerjakan tahhalul memang butuh hari-hati.

Baca juga : Umroh Premium Desember 

Pelaksanaan lumayan gundul untuk jamaah laki-laki pasti saja tidak dilaksanakan di bukit Marwah. Namun di luar Masjidil Haram. Biasanya sesudah kita terbit dari pintu Masjidil Haram yang dekat dengan bukit Marwah tidak sedikit tukang cukur disana. Jamaah laki-laki dapat minta dipotong gundul dengan ongkos sekitar 10-20 Real.

Khusus untuk jamaah laki-laki yang telah mempunyai niat guna badal umroh, baik guna orang tua dan family yang telah tiada, atau telah tua atau sedang jatuh sakit dan tidak memungkinkan berangkat ke Baitullah maka pada ketika tahallul pada umroh kesatu ini pasti jangan dipotong gundul. Nanti setlah pengamalan badal umroh berlalu maka silakan tahallul dengan cukur gundul.

Mengapa cukur gundul? Karena Rasulullah Muhammad SAW mendoakan 1 kali untuk jamaah umroh dan haji yang tahallul dengan tidak memotong gundul. Sedang untuk jamaah umroh dan haji yang bertahallul dengan cukur gundul Rasulullah Muhammad SAW mendoakan sejumlah 3 kali.

Ada 2 Jenis Tatacara dan Makna Tahallul Dalam Haji

  1. Tahallul Awal

Tahallul mula dalam susunan ibadah haji ialah melepaskan diri dari larangan Ihram, setelah mengerjakan dua salah satu tiga tindakan berikut :

  1. Melontar Jamratul Aqabah dan bercukur.
  2. Melontar Jamratul Aqabah dan Tawaf Ifadah,
  3. Tawaf Ifadah, Sai dan bercukur.

Tata caranya yakni dengan bercukur atau menggunting rambut yang dilaksanakan lebih mula ketika telah sampai di Mina sesudah mabit dari Muzdalifah pada 10 Zulhijjah, yang dilanjutkan dengan melontar Jumratul Aqabah. Begitu jamaah haji sudah mengerjakan tahallul mula maka ia telah boleh melepas ikhomnya dan dihalalkan untuk jemaah haji mengerjakan segala larangan ihram, kecuali hubungan suami isteri dan mengerjakan akad nikah. Bagi jamaah haji Indonesia banyak sekali melaksanakan Tahallul mula ini dengan teknik ini.

Namun ada pun sebagian jamaah haji Indonesia yang mengerjakan dengan teknik kedua dan ketiga. Cara ini memang lebih berat sebab jamaah haji mesti berangkat ke Mekkah. Sementara kendaraan dari Mina ke Mekkah agak sulit, macet total. Kesulitan kedua, setelah berlalu Tahallul di Masjidil Haram, jamaah pun harus segera pulang ke Mina lagi untuk mengerjakan mabit atau menginap dan melontah jumroh tanggal 11, 12 dan 13 Dzuhijjah. Jamaah haji mesti telah sampai di Mina sebelum matahari tenggelam. Sebab bilamana sampai di Mina sesudah matahari terbenam maka wajib menunaikan dam. Jadi dalam sehari itu jamaah mesti bolak – balik Mina – Mekkah – Mina. Kelebihan yang diperoleh ialah jamaah haji dapat melaksanakan sholat Ied Adha di Masjidil Haram.

  1. Tahallul Thani / Qubra

Tahallul thani atau qubro atau tahallul akhir dalam susunan ibadah haji ialah melepaskan diri dari suasana Ihram setelah mengerjakan secara menyeluruh ketiga-tiga ibadah berikut:

  1. Melontar Jamratul Aqabah.
  2. Bercukur dan Tawaf Ifadah,
  3. Sai

Tahallul Thani ini dilaksanakan para jemaah haji setelah mengerjakan thawaf dan sai haji, sekembalinya ke Makkah setelah berlalu wukuf di Arofah. Yaitu setelah mengerjakan semua rukun haji tergolong satu mesti haji yakni melontar Jamratul Aqabah, walaupun belum melontar tiga jamrah dan bermalam di Mina, maka halal seluruh larangan ihram.

Baca juga : Umroh Tahun Baru Desember VIP 

f:id:seoinc:20180705025930j:plain

Tatacara dan Makna Tahallul Dalam Umroh dan Haji cocok Sunnah Rasulullah SAW

Tahallul atau bercukur ialah salah satu ritual umroh dan haji yang sangat urgen dan jangan ditinggalkan, khususnya dalam Madzhab Syafi’i. Meski bercukur atau mencukur sebagian rambut ini terkesan remeh, namun andai ditinggalkan akan menciptakan ibadah umroh dan haji tidak sah. Jika demikian, itu dengan kata lain diwajibkan guna mengulang pulang ibadah itu pada masa-masa yang beda atau tahun berikutnya.

Mengapa tindakan yang terlihat begitu remeh dapat mengurungkan ibadah umroh dan haji yang jauh lebih besar? Waallohu ‘alam. Itulah yang diajarkan Rasulullah Muhammad SAW dan tatacara umroh dan haji. Rasulullah SAW menekankan, supaya kita mengekor tatacara umroh dan haji yang dicontohkannya.

Baca juga : Umroh Tahun Baru Desember VIP 

Dengan diwajibkannya bercukur dalam susunan ibadah umroh dan haji, Allah SWT sebetulnya sedang mengajarkan bahwa insan tetaplah manusia. Ia mesti sadar bahwa selamanya dirinya ialah hamba Allah SWT. Manusia mesti bersikap khusyuk, tawadhu’ (rendah hati), dan khudhu’. Tiga sikap tersebut akan mengirimkan mereka menjadi makhluk yang disukai oleh Allah SWT.

Melakukan tahallul yaitu memotong rambut ialah simbol dari menempatkan mahkota seseorang. Artinya, orang itu menanggalkan keangkuhan yang menjadi seseorang tinggi hati dari orang lain.

Semoga dengan rontoknya ribuan rambut di kepala semua jamaah umroh dan haji saat ia bertahallul, maka rontok pun segala ribuan kesombongan dan kesombongannya yang bakal menjadikannya haji yang tawadlu’ dan rendah diri.

“…Dan jangan kamu cukur gundul kepalamu sampai binatang sembelihanmu tiba ke tempat…” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 196)

Al-Quran secara terperinci mengatur ritual haji, termasuk waktu bercukur yang termasuk rukun tahallul. Saat terbaik (untuk bercukur) adalah setelah melontar jumroh aqobah pada tanggal 10 Zulhijjah. Mencukur habis rambut kepala dalam ibadah haji adalah syi’ar agama Islam.

Rasulullah Saw. berdoa guna memintakan ampun untuk mereka yang memotong gundul rambutnya hingga tiga kali. Pada kali keempat, barulah beliau mendoakan orang yang melulu menggunting beberapa rambutnya. Pada upacara aqiqah, Rasulullah pun mengajak umatnya uuntuk cukur berakhir rambut bayi berumur tujuh hari. Di samping sebagai ekspresi taat untuk Rasulullah Saw., barangkali ada hikmah beda dari perintah memotong rambut ini.

Baca juga : Umroh Tahun Baru Desember VIP 

Setelah menyeluruh melaksanakan ibadah Tahallul, tidak boleh lupa ya memanjatkan doa cocok yang diinginkan.

Selain Itu Denatour Juga Melayani Segala Tour dan Umroh dibawah ini :

  • Umroh tahun Baru VIP
  • Umroh Desember VIP
  • Umrah Promo Tahun Baru
  • Umroh Promo Desember
  • Umroh Turki Tahun Baru
  • Umroh Dubai Tahun Baru
  • Umroh Al Aqsa Tahun Baru
  • Umroh Plus Rusia Scandinavia
  • Umroh plus Eropa Tahun Baru
  • Umroh plus Spain Maroco
  • Tour Eropa Muslim Promo
  • Tour Turki Promo
  • Tour Turki Cairo Alexandria
  • Tour Korea Korea Muslim
  • Tour Jepang Muslim Tahun Baru
  • Tour China Muslim Tahun Baru
  • Tour Korea Uzbekistan
  • Tour Amerika Muslim
  • Tour Australia Muslim
  • Tour Hongkong Shenzen Macau
  • Tour Amerika Canada
  • Tour Australia New Zealand
  • Tour Rusia Balkan

Untuk keterangan umroh desember 2018 lebih lanjut, Silakan Kontak Dena Tour Travel (Berpengalaman 23 Tahun) : Jl. Condet Pejaten No. 16, Pejaten Barat, Jakarta Selatan DKI Jakarta 12510

(Chat WhatsApp) Abdullah HP – WA : 0878-7745-7475 atau Khusnul HP – WA : 0813-1649-3669 atau ask@denatours.com

Web Web Resmi Kami :

https://www.denaumrah.com

https://www.denaumroh.com

https://denatour.co.id